Panen Melon dengan Smart Farming, Dinperpa Kota Pekalongan Dorong Pertanian Modern

Panen Melon dengan Smart Farming, Dinperpa Kota Pekalongan Dorong Pertanian Modern
Kota Pekalongan, 21 Maret 2025 – Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan berhasil memanen buah melon hasil uji coba sistem smart farming dalam waktu hanya tiga bulan. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, S.Sn., M.M., turut hadir dalam panen perdana ini dan merasakan langsung manisnya hasil panen tersebut.
"Alhamdulillah, ada kepuasan tersendiri ketika bisa menikmati hasil panen sendiri. Ini membuktikan bahwa melon yang biasanya merupakan produk impor, ternyata bisa ditanam di Indonesia dengan metode yang lebih efisien," ujar Inggit.
Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, menjelaskan bahwa uji coba ini bertujuan untuk mengenalkan konsep pertanian cerdas yang lebih praktis dan menarik bagi generasi muda. "Di Kota Pekalongan, lahan pertanian terbatas dan banyak petani berusia lanjut. Dengan smart farming, pertanian bisa dilakukan lebih efisien, menggunakan aplikasi untuk mengontrol penyiraman dan suhu secara otomatis," jelasnya.
Ke depan, Dinperpa berencana memperluas sistem smart farming tidak hanya untuk melon, tetapi juga untuk berbagai jenis buah dan sayuran lainnya. Diharapkan metode ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Kota Pekalongan untuk mengembangkan pertanian modern yang lebih mudah, efisien, dan berkelanjutan.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
Kota Pekalongan, 21 Maret 2025 – Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan berhasil memanen buah melon hasil uji coba sistem smart farming dalam waktu hanya tiga bulan. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, S.Sn., M.M., turut hadir dalam panen perdana ini dan merasakan langsung manisnya hasil panen tersebut.
"Alhamdulillah, ada kepuasan tersendiri ketika bisa menikmati hasil panen sendiri. Ini membuktikan bahwa melon yang biasanya merupakan produk impor, ternyata bisa ditanam di Indonesia dengan metode yang lebih efisien," ujar Inggit.
Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, menjelaskan bahwa uji coba ini bertujuan untuk mengenalkan konsep pertanian cerdas yang lebih praktis dan menarik bagi generasi muda. "Di Kota Pekalongan, lahan pertanian terbatas dan banyak petani berusia lanjut. Dengan smart farming, pertanian bisa dilakukan lebih efisien, menggunakan aplikasi untuk mengontrol penyiraman dan suhu secara otomatis," jelasnya.
Ke depan, Dinperpa berencana memperluas sistem smart farming tidak hanya untuk melon, tetapi juga untuk berbagai jenis buah dan sayuran lainnya. Diharapkan metode ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Kota Pekalongan untuk mengembangkan pertanian modern yang lebih mudah, efisien, dan berkelanjutan.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan