Wakil Wali Kota Pekalongan Dorong Industri Hijau Batik Menuju Pasar Internasional

Wakil Wali Kota Pekalongan Dorong Industri Hijau Batik Menuju Pasar Internasional
Kota Pekalongan, 8 Oktober 2025 — Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, membuka sekaligus memberikan dorongan kuat dalam pelatihan standar industri hijau batik, sebuah inisiatif penting untuk mengembangkan batik Pekalongan yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga ramah lingkungan yang digelar di aula Dinperinaker setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Balgis menegaskan bahwa proses produksi batik harus mulia dengan tidak mencemari lingkungan. “Batik yang ramah lingkungan akan menjadi komoditas terbaik yang mampu menembus pasar internasional dengan lebih mudah,†ujarnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 perwakilan Industri Kecil Menengah (IKM) Pekalongan yang diharapkan menjadi duta standar industri hijau batik di kota ini. “Kami tidak bisa melatih semua pelaku usaha secara langsung, tetapi para peserta yang sudah senior dan berpengalaman ini akan membantu menyebarkan standar hijau kepada teman-teman mereka yang baru memulai,†tambah Balgis.
Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Pekalongan sebagai pusat batik berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
Kota Pekalongan, 8 Oktober 2025 — Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, membuka sekaligus memberikan dorongan kuat dalam pelatihan standar industri hijau batik, sebuah inisiatif penting untuk mengembangkan batik Pekalongan yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga ramah lingkungan yang digelar di aula Dinperinaker setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Balgis menegaskan bahwa proses produksi batik harus mulia dengan tidak mencemari lingkungan. “Batik yang ramah lingkungan akan menjadi komoditas terbaik yang mampu menembus pasar internasional dengan lebih mudah,†ujarnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 perwakilan Industri Kecil Menengah (IKM) Pekalongan yang diharapkan menjadi duta standar industri hijau batik di kota ini. “Kami tidak bisa melatih semua pelaku usaha secara langsung, tetapi para peserta yang sudah senior dan berpengalaman ini akan membantu menyebarkan standar hijau kepada teman-teman mereka yang baru memulai,†tambah Balgis.
Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Pekalongan sebagai pusat batik berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
PRINT +
DOWNLOAD PDF