Tingkatkan Kapasitas, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan Diberikan Pelatihan

Kota Pekalongan – Dalam rangka untuk meningkatkan kinerja Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPMPPA) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas kepada Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) Kota Pekalongan LPM, BKM, RT,RW, dan Kelompok PKK RT diruang Amarta , Rabu (22/1).

Acara tersebut dibuka Wali Kota Pekalongan H.M Saelany Machfudz, SE. turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Soesilo, SH, Kepala DPMPPA Sri Wahyuni.
Kepala DPMPPA Kota Pekalongan Sri Wahyuni menuturkan bahwa pelatihan peningkatan kapasitas tersebut diharapkan ketua RT dan RW mampu melaksanakan tugas dan funsinya sebagai pembantu pemerintah dalam hal pelayanan administrasi, pelayanan pendataan kependudukan, dan perizinan. “ Setelah mengetahui permasalahan kemudian para RT RW bisa membuat suatu perencanaan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dengan perencanaan perencanaan pembangunan yang partisipatif sehingga diharapkan nanti RT dan RW itu bisa mengusulkan suatu kegiatan program untuk mengatasi masalah tersebut lewat Kelurahan yang nantinya bisa di usulkan di musrenbang,” tambahnya.
Sementara itu Wali Kota Pekalongan H.M Saelany Machfudz menambahkan bahwa LKK merupakan pos terdepan sebagai mitra pemerintah dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. “ LKK ini sebetulnya kepanjangan tangan dari pemerintah dalam pelayanan,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Saelany bahwa pelatihan peningkatan kapasitas ini juga untuk menyiapkan penggunaan anggaran dana kelurahan. “ Kalau dulu dana Kelurahan sekitar 352 juta, sekarang hampir 1 milyard oleh karena itu tanpa kesiapan dari LKK mereka tidak bisa membantu dalam kegiatanya. Mungkin untuk proyek-proyek yang terkait pelatihan no problem (tidak ada masalah) tetapi kalau itu kegiatan fisik yang nilainya lebih dari juta harus diserahkan pihak ketiga” tuturnya.

Wali Kota menginginkan agar setiap kelurahan memiliki inovasi dalam mengeola dana kelurahan. “ Kita inginkan bahwa ada satu inovasi di setiap kelurahan, karena kelurahan punya uang sendiri sehingga dapat memunculkan perekonomian yang menggeliat sehingga bisa mensejahterakan masyarakat sekitar,” harapnya.
Tim liputan Protokol & Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan