Pemkot Salurkan Bantuan Insentif Bagi Ulama dan Umaro

Pemkot Salurkan Bantuan Insentif Bagi Ulama dan Umaro
Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyalurkan bantuan insentif bagi ulama dan umaro, senin (18/12/2023) di Guest House. Bantuan tersebut merupakan tahap ketiga atau tahap terakhir Tahun 2023.
Kepala Bagian Kesra Mahbub Syauqi menuturkan bantuan insentif yang diberikan sebesar Rp 300 ribu per bulannya. "Setiap bulan 300 ribu dan ditahap ketiga ini kita salurkan 4 bulan jadi 1, 2 Juta rupiah," tuturnya.
Jumlah penerima bantuan insentif pada Tahun 2023 ini sebanyak 100 ulama/umaro. Dikatakannya untuk tahun 2024 mendatang anggaran insentif untuk ulama/umaro masih akan disalurkan kepada 100 penerima. "Anggaran masih sama, sifatnya fluktuatif apabila ada yang meninggal maka akan digantikan lainya," terangnya.
Menurutnya, peran dari ulama/umaro sangat penting dalam membantu kinerja Pemkot Pekalongan. " Seperti BP4 mensosialisasikan stunting yang dimulai dari program kerja BP4 . Karena peran kyai dan bu nyai (ulama/umaro) di masyarakat sangat menentukan dalam pembangunan Kota Pekalongan," tambah Mahbub.
Sementara itu Wakil Walikota Salahudin yang hadir pada kesempatan tersebut menambahkan pentingnya melibatkan ulama/kiai/nyai dalam mencegah stunting, khususnya untuk memberikan pemahaman tentang risiko pernikahan dini.
“Oleh karena itu, kami kumpulkan para ulama/kiai/nyai selain memberikan jasa insentif karena telah membantu pemerintah dalam menjaga kondusivitas Kota Pekalongan, kami juga ingin mohon bantuan beliau-beliau untuk memberikan penjelasan seputar bahaya stunting, dalam hal ini untuk mencegah tradisi pernikahan dini,”tuturnya.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyalurkan bantuan insentif bagi ulama dan umaro, senin (18/12/2023) di Guest House. Bantuan tersebut merupakan tahap ketiga atau tahap terakhir Tahun 2023.
Kepala Bagian Kesra Mahbub Syauqi menuturkan bantuan insentif yang diberikan sebesar Rp 300 ribu per bulannya. "Setiap bulan 300 ribu dan ditahap ketiga ini kita salurkan 4 bulan jadi 1, 2 Juta rupiah," tuturnya.
Jumlah penerima bantuan insentif pada Tahun 2023 ini sebanyak 100 ulama/umaro. Dikatakannya untuk tahun 2024 mendatang anggaran insentif untuk ulama/umaro masih akan disalurkan kepada 100 penerima. "Anggaran masih sama, sifatnya fluktuatif apabila ada yang meninggal maka akan digantikan lainya," terangnya.
Menurutnya, peran dari ulama/umaro sangat penting dalam membantu kinerja Pemkot Pekalongan. " Seperti BP4 mensosialisasikan stunting yang dimulai dari program kerja BP4 . Karena peran kyai dan bu nyai (ulama/umaro) di masyarakat sangat menentukan dalam pembangunan Kota Pekalongan," tambah Mahbub.
Sementara itu Wakil Walikota Salahudin yang hadir pada kesempatan tersebut menambahkan pentingnya melibatkan ulama/kiai/nyai dalam mencegah stunting, khususnya untuk memberikan pemahaman tentang risiko pernikahan dini.
“Oleh karena itu, kami kumpulkan para ulama/kiai/nyai selain memberikan jasa insentif karena telah membantu pemerintah dalam menjaga kondusivitas Kota Pekalongan, kami juga ingin mohon bantuan beliau-beliau untuk memberikan penjelasan seputar bahaya stunting, dalam hal ini untuk mencegah tradisi pernikahan dini,”tuturnya.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan