200 Rumah di Kota Pekalongan Ditingkatkan melalui BSPS 2026, Dorong Hunian Layak bagi Warga

200 Rumah di Kota Pekalongan Ditingkatkan melalui BSPS 2026, Dorong Hunian Layak bagi Warga
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggelar koordinasi pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahap I Tahun 2026 di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III Kementerian PKP Aldino Herupriawan, serta jajaran Dinperkim Kota Pekalongan.
Wali Kota yang akrab disapa Aaf menyampaikan bahwa BSPS merupakan bagian dari program nasional penyediaan 3 juta rumah. Untuk tahap awal 2026, Kota Pekalongan memperoleh alokasi 200 unit rumah yang telah melalui proses verifikasi dan siap ditingkatkan kualitasnya bagi masyarakat penerima manfaat.
Ia menambahkan, kondisi geografis Kota Pekalongan yang kerap terdampak rob dan banjir menyebabkan banyak rumah warga mengalami penurunan kualitas. Oleh karena itu, program ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kelayakan hunian sekaligus mendukung penataan kawasan permukiman yang lebih baik.
Kepala Dinperkim Kota Pekalongan, Slamet Mulyadi, menjelaskan bahwa bantuan tersebar di Kelurahan Padukuhan Kraton sebanyak 187 unit dan Kelurahan Tirto sebanyak 13 unit. Setiap penerima memperoleh Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk material dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja, yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai kriteria.
Pelaksanaan BSPS Tahap I ditargetkan berlangsung selama empat bulan. Pemerintah Kota Pekalongan juga terus berupaya mengusulkan tambahan kuota minimal 500 unit, bahkan hingga 2.800 unit rumah, guna mempercepat penanganan rumah tidak layak huni dan mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih layak dan sehat.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggelar koordinasi pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahap I Tahun 2026 di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III Kementerian PKP Aldino Herupriawan, serta jajaran Dinperkim Kota Pekalongan.
Wali Kota yang akrab disapa Aaf menyampaikan bahwa BSPS merupakan bagian dari program nasional penyediaan 3 juta rumah. Untuk tahap awal 2026, Kota Pekalongan memperoleh alokasi 200 unit rumah yang telah melalui proses verifikasi dan siap ditingkatkan kualitasnya bagi masyarakat penerima manfaat.
Ia menambahkan, kondisi geografis Kota Pekalongan yang kerap terdampak rob dan banjir menyebabkan banyak rumah warga mengalami penurunan kualitas. Oleh karena itu, program ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kelayakan hunian sekaligus mendukung penataan kawasan permukiman yang lebih baik.
Kepala Dinperkim Kota Pekalongan, Slamet Mulyadi, menjelaskan bahwa bantuan tersebar di Kelurahan Padukuhan Kraton sebanyak 187 unit dan Kelurahan Tirto sebanyak 13 unit. Setiap penerima memperoleh Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk material dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja, yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai kriteria.
Pelaksanaan BSPS Tahap I ditargetkan berlangsung selama empat bulan. Pemerintah Kota Pekalongan juga terus berupaya mengusulkan tambahan kuota minimal 500 unit, bahkan hingga 2.800 unit rumah, guna mempercepat penanganan rumah tidak layak huni dan mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih layak dan sehat.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
PRINT +
DOWNLOAD PDF