Wali Kota Pekalongan Luncurkan Tiga Inovasi Digital Setda dan Perkuat Sinergi Kesehatan Bersama Poltekkes Kemenkes Semarang

Wali Kota Pekalongan Luncurkan Tiga Inovasi Digital Setda dan Perkuat Sinergi Kesehatan Bersama Poltekkes Kemenkes Semarang

Kota Pekalongan – Wali Kota Pekalongan, H. A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., melaunching tiga inovasi digital pelayanan di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Pekalongan yang terdiri dari TINTA (Tracking Informasi Naskah dan Tanda Tangan) yang dikembangkan Bagian Hukum, SELAKSA (Sinergi Layanan Kerja Sama Daerah Kota Pekalongan) yang dikembangkan Bagian Pemerintahan, serta SI-BAROKAH (Sistem Informasi Usulan Perubahan Data Administrasi Religius Keagamaan yang Handal) yang dikembangkan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Buketan Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Jumat (26/6/2026), dan dihadiri jajaran Kepala OPD, para Asisten Sekda, Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pekalongan menyampaikan bahwa ketiga inovasi tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Pekalongan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, inovasi yang dihadirkan lahir dari kebutuhan akan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan aman, termasuk dalam pengelolaan data dan dokumen pemerintahan. “Kita perlu melakukan digitalisasi. Penyimpanan data tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga harus tersedia dalam bentuk digital yang aman. Harapannya, inovasi-inovasi ini dapat terimplementasi dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Aaf.

Wali Kota juga menjelaskan bahwa aplikasi SELAKSA telah mulai dimanfaatkan untuk mempermudah proses kerja sama daerah secara digital dan bahkan telah dipraktikkan bersama Poltekkes Kemenkes Semarang. Ia berharap berbagai inovasi yang diluncurkan dapat mendukung peningkatan kinerja pemerintah sekaligus memperkuat posisi Kota Pekalongan dalam ajang Indonesia Government Award. “Mudah-mudahan inovasi yang kita kembangkan mampu memberikan manfaat yang nyata dan mengantarkan Kota Pekalongan kembali masuk jajaran 10 besar tingkat kota se-Indonesia seperti tahun sebelumnya,” tambahnya.

Usai peluncuran inovasi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kota Pekalongan dan Poltekkes Kemenkes Semarang terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang kesehatan. Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang, Dr. Bedjo Santoso, S.SiT., M.Kes., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari implementasi program “Poltekkes Berdampak”, yaitu upaya agar keberadaan institusi pendidikan kesehatan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Salah satu fokus kerja sama ini adalah membantu penanganan masalah kesehatan yang masih menjadi tantangan di Kota Pekalongan, khususnya penyakit menular seperti kusta dan TBC, melalui edukasi serta langkah-langkah preventif kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bedjo menuturkan bahwa selama ini Poltekkes Kemenkes Semarang telah bersinergi dengan pemerintah daerah melalui pendekatan Interprofessional Collaboration (IPC) dengan menempatkan mahasiswa di wilayah-wilayah prioritas kesehatan. Ia berharap kerja sama yang semakin erat dengan Pemerintah Kota Pekalongan dapat memperkuat upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pendidikan kesehatan yang lebih berdampak bagi daerah.

Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan