Wali Kota Launching Tombol Panik Ambulans

Wali Kota Launching Tombol Panik Ambulans
Kota Pekalongan - Akses masyarakat untuk mendapatkan bantuan ambulans masih sulit karena terkendala sistem. Sedangkan armada yang tersedia di masyarakat cukup banyak. Kondisi ini sering kali menyebabkan masyarakat mengalami keterlambatan dalam mendapatkan penanganan di Rumah Sakit dan bahkan tidak tertolong jiwanya sebelum maupun sesampainya di rumah sakit.
Hal ini membuat Pemerintah Kota Pekalongan melakukan inovasi layanan publik dengan melaunching Aplikasi Tombol Panik Ambulance Rakyat. Launching ditandai dengan menekan tombol panik oleh Wali Kota Pekalongan H.A Afzan Arslan Djunaid , Rabu (6/10) di halaman kantor Setda Kota Pekalongan.
Wali Kota Afzan mengatakan bahwa Aplikasi tombol panik merupakan inovasi atau terobosan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Aplikasi ini berbasis android, jadi memudahkan masyarakat untuk bisa memanfaatkan layanan ini," terang Afzan.
Afzan melanjutkan, Pekerjaan Rumah selanjutnya adalah bagaimana cara mensosialisasikan layanan ini supaya masyarakat luas tahu.
"PR-nya adalah bagaimana layanan ini maksimal, mayarakat tahu sehingga tidak ada lagi yang telpon langsung ke saya atau pak wakil untuk bantuan ambulans," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto menambahkan bahwa Aplikasi ini berbasis android sehingga bisa download langsung di Play Store.
"Setelah di download kemudian ikuti prosedurnya, lalu mengisi nama dan nomor yang bisa dihubungi dan langsung bisa dipakai," terang Budiyanto.
Budiyanto juga menjelaskan cara kerja tombol panik ini. Ketika ada masyarakat yang menekan tombol Panik tersebut, dalam durasi sekitar 75 detik sistem akan mencari nomor ambulans terdekat yang sudah terkoneksi pada sistem tersebut.
"Saya harap masyarakat bisa langsung mendownload sehingga ketika saat betul-betul membutuhkan ambulance, kondisi gawat darurat biasa langsung menekan tombol ini," pungkasnya.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
Kota Pekalongan - Akses masyarakat untuk mendapatkan bantuan ambulans masih sulit karena terkendala sistem. Sedangkan armada yang tersedia di masyarakat cukup banyak. Kondisi ini sering kali menyebabkan masyarakat mengalami keterlambatan dalam mendapatkan penanganan di Rumah Sakit dan bahkan tidak tertolong jiwanya sebelum maupun sesampainya di rumah sakit.
Hal ini membuat Pemerintah Kota Pekalongan melakukan inovasi layanan publik dengan melaunching Aplikasi Tombol Panik Ambulance Rakyat. Launching ditandai dengan menekan tombol panik oleh Wali Kota Pekalongan H.A Afzan Arslan Djunaid , Rabu (6/10) di halaman kantor Setda Kota Pekalongan.
Wali Kota Afzan mengatakan bahwa Aplikasi tombol panik merupakan inovasi atau terobosan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Aplikasi ini berbasis android, jadi memudahkan masyarakat untuk bisa memanfaatkan layanan ini," terang Afzan.
Afzan melanjutkan, Pekerjaan Rumah selanjutnya adalah bagaimana cara mensosialisasikan layanan ini supaya masyarakat luas tahu.
"PR-nya adalah bagaimana layanan ini maksimal, mayarakat tahu sehingga tidak ada lagi yang telpon langsung ke saya atau pak wakil untuk bantuan ambulans," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto menambahkan bahwa Aplikasi ini berbasis android sehingga bisa download langsung di Play Store.
"Setelah di download kemudian ikuti prosedurnya, lalu mengisi nama dan nomor yang bisa dihubungi dan langsung bisa dipakai," terang Budiyanto.
Budiyanto juga menjelaskan cara kerja tombol panik ini. Ketika ada masyarakat yang menekan tombol Panik tersebut, dalam durasi sekitar 75 detik sistem akan mencari nomor ambulans terdekat yang sudah terkoneksi pada sistem tersebut.
"Saya harap masyarakat bisa langsung mendownload sehingga ketika saat betul-betul membutuhkan ambulance, kondisi gawat darurat biasa langsung menekan tombol ini," pungkasnya.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan