Terima Kunjungan Dekranasda Kota Depok, Pekalongan Berbagi Pengalaman Pengembangan Batik

Terima Kunjungan Dekranasda Kota Depok, Pekalongan Berbagi Pengalaman Pengembangan Batik

Kota Pekalongan — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, S.Sn., M.M., menerima kunjungan studi tiru Dekranasda Kota Depok di Museum Batik Kota Pekalongan, Kamis (8/1/2026).

Rombongan dipimpin Ketua Dekranasda Kota Depok, Hj. Siti Barakah Hasanah, M.Ag., didampingi Wakil Ketua Lina Novita, Ketua Harian Dudi Mi’raz Imaduddin, serta anggota Dekranasda. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Pekalongan bersama Wakil Ketua Ema Nur Priyantomo dan Ketua Harian Supriyono.

Dalam sambutannya, Inggit Soraya menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi wujud sinergi antardaerah dalam pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif. Menurutnya, Pekalongan sebagai kota batik dengan pengakuan nasional dan internasional memiliki tanggung jawab untuk terus berbagi pengetahuan dan pengalaman.

"Pekalongan dengan batiknya yang mendunia, dan Depok dengan semangat barunya, diharapkan dapat saling melengkapi dalam menjaga warisan budaya sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat,"ujarnya.

Inggit menambahkan, proses membatik membutuhkan waktu, ketelatenan, dan pemahaman mendalam sehingga pembelajaran batik tidak dapat dilakukan secara instan. Ia berharap kunjungan ini menjadi awal kerja sama berkelanjutan antara Dekranasda Kota Pekalongan dan Dekranasda Kota Depok.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Depok atau yang akrab disapa Cing Ika menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan. Ia menilai Pekalongan memiliki komitmen kuat dalam melestarikan batik, termasuk melalui keberadaan Museum Batik sebagai pusat edukasi dan budaya.

“Kami melihat bagaimana Kota Pekalongan begitu konsisten dan berkomitmen terhadap pelestarian warisan budaya, khususnya batik. Hal ini menjadi spirit baru bagi kami di Depok. Saya bangga bisa belajar langsung di sini,” ujar Cing Ika.

Cing Ika menegaskan, Kota Pekalongan dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai berhasil menjaga dan mengembangkan kerajinan daerah melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Dekranasda, yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan