Peringati HUT ke-19, Museum Batik Pekalongan Gelar Pameran Bertema MBABAR MUSTIKO

Peringati HUT ke-19, Museum Batik Pekalongan Gelar Pameran Bertema MBABAR MUSTIKO
Kota Pekalongan – Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, secara resmi membuka Pameran Bersama bertajuk MBABAR MUSTIKO: Titi Larasing Rasa yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-19 Museum Batik Kota Pekalongan. Pembukaan pameran yang berlangsung pada Kamis malam (24/7/2025) di halaman Museum Batik Kota Pekalongan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala Dinparbudpora, para maestro batik dari berbagai daerah, serta jajaran instansi terkait lainnya.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan simbolis pemotongan pita melati oleh Wakil Wali Kota, dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai stand pameran batik karya maestro dari wilayah Pulau Jawa. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kiprah Museum Batik yang selama 19 tahun telah menjadi ruang edukasi, pelestarian, dan promosi batik, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Alhamdulillah, di usia Museum Batik yang ke-19 ini, kita bisa menampilkan karya-karya terbaik dari para maestro batik yang ada di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Pulau Jawa,†ujar Balgis.
Lebih lanjut, Balgis menyebut bahwa pameran tahun ini terasa istimewa karena menghadirkan kolaborasi lintas generasi dan daerah dalam satu panggung yang sama, yang menurutnya menjadi pengalaman visual dan emosional yang kaya makna bagi para pengunjung.
“Tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena kita menghadirkan pameran bersama dengan tema MBABAR MUSTIKO: Titi Larasing Rasa. Saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Pekalongan maupun masyarakat Indonesia untuk hadir dan menyaksikan pameran luar biasa ini.,†tegasnya.
Pameran ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran Museum Batik sebagai pusat budaya batik nasional, mengingat pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai warisan budaya tak benda dunia juga berawal dari peran dan eksistensi museum ini.
Dengan semangat pelestarian budaya, pameran MBABAR MUSTIKO diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap batik, serta menjaga keberlangsungan tradisi membatik yang sarat nilai dan filosofi kehidupan.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
Kota Pekalongan – Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, secara resmi membuka Pameran Bersama bertajuk MBABAR MUSTIKO: Titi Larasing Rasa yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-19 Museum Batik Kota Pekalongan. Pembukaan pameran yang berlangsung pada Kamis malam (24/7/2025) di halaman Museum Batik Kota Pekalongan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala Dinparbudpora, para maestro batik dari berbagai daerah, serta jajaran instansi terkait lainnya.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan simbolis pemotongan pita melati oleh Wakil Wali Kota, dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai stand pameran batik karya maestro dari wilayah Pulau Jawa. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kiprah Museum Batik yang selama 19 tahun telah menjadi ruang edukasi, pelestarian, dan promosi batik, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Alhamdulillah, di usia Museum Batik yang ke-19 ini, kita bisa menampilkan karya-karya terbaik dari para maestro batik yang ada di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Pulau Jawa,†ujar Balgis.
Lebih lanjut, Balgis menyebut bahwa pameran tahun ini terasa istimewa karena menghadirkan kolaborasi lintas generasi dan daerah dalam satu panggung yang sama, yang menurutnya menjadi pengalaman visual dan emosional yang kaya makna bagi para pengunjung.
“Tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena kita menghadirkan pameran bersama dengan tema MBABAR MUSTIKO: Titi Larasing Rasa. Saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Pekalongan maupun masyarakat Indonesia untuk hadir dan menyaksikan pameran luar biasa ini.,†tegasnya.
Pameran ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran Museum Batik sebagai pusat budaya batik nasional, mengingat pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai warisan budaya tak benda dunia juga berawal dari peran dan eksistensi museum ini.
Dengan semangat pelestarian budaya, pameran MBABAR MUSTIKO diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap batik, serta menjaga keberlangsungan tradisi membatik yang sarat nilai dan filosofi kehidupan.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
PRINT +
DOWNLOAD PDF