Mas Aaf Ajak Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga Tingkatkan Kesadaran Keamanan Pangan

Mas Aaf Ajak Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga Tingkatkan Kesadaran Keamanan Pangan
Kota Pekalongan - Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap keamanan pangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Mandiri penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik bagi Pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (CPPOB-IRTP), Kamis (3/7/2025) di Hotel Howard Johnson. Bimtek diikuti sebanyak 120 pelaku usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Kota Pekalongan.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, yang membuka kegiatan Bimtek tersebut menuturkan jumlah pelaku usaha pangan di Kota Pekalongan cukup besar, bahkan mencapai lebih dari 1.000 orang. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan keamanan pangan.
“Pengawasan keamanan pangan memang tidak bisa dilakukan satu per satu di setiap rumah produksi. Yang bisa kita lakukan adalah sampling sesuai kemampuan dan sumber daya yang ada. Oleh karena itu, kami berharap, para pelaku usaha IRTP, baik itu kue, keripik, maupun olahan makanan lainnya, betul-betul memperhatikan kualitas bahan yang digunakan. Harus aman, segar, dan layak konsumsi,†tegas Mas Aaf, sapaan akrabnya.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
Kota Pekalongan - Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap keamanan pangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Mandiri penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik bagi Pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (CPPOB-IRTP), Kamis (3/7/2025) di Hotel Howard Johnson. Bimtek diikuti sebanyak 120 pelaku usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Kota Pekalongan.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, yang membuka kegiatan Bimtek tersebut menuturkan jumlah pelaku usaha pangan di Kota Pekalongan cukup besar, bahkan mencapai lebih dari 1.000 orang. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan keamanan pangan.
“Pengawasan keamanan pangan memang tidak bisa dilakukan satu per satu di setiap rumah produksi. Yang bisa kita lakukan adalah sampling sesuai kemampuan dan sumber daya yang ada. Oleh karena itu, kami berharap, para pelaku usaha IRTP, baik itu kue, keripik, maupun olahan makanan lainnya, betul-betul memperhatikan kualitas bahan yang digunakan. Harus aman, segar, dan layak konsumsi,†tegas Mas Aaf, sapaan akrabnya.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
PRINT +
DOWNLOAD PDF