Lomba Merpati Somahan Pabean-Padukuhan Kraton Season 3: Tradisi Guyub Warga untuk Kemerdekaan

Lomba Merpati Somahan Pabean-Padukuhan Kraton Season 3: Tradisi Guyub Warga untuk Kemerdekaan
Kota Pekalongan , 29 Agustus 2025 - Semangat kebersamaan dan tradisi meriah kembali terasa di kawasan Pabean-Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan dalam ajang Lomba Merpati Somahan Season 3 Piala Wali Kota Tahun 2025. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, yang turut dihadiri oleh Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengapresiasi kekompakan warga Pabean yang terus melestarikan tradisi lokal dengan penuh semangat. “Yang luar biasa itu bukan hanya hadiahnya, tapi kekompakan dan keguyuban warganya. Inilah esensi kemerdekaan yang sesungguhnya,†ujar Wali Kota.
Mas Aaf juga mengenang tradisi pemberian hadiah motor yang pernah diinisiasi oleh almarhum Pak Edi—sebuah simbol penyemangat yang kini diteruskan oleh pemerintah dan panitia.
Tak hanya lomba, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh Pasar Jajan Rakyat yang sarat nilai sejarah. Menurut cerita, pasar tersebut berawal dari tradisi warga yang menyediakan makanan untuk para pejuang kemerdekaan. “Tradisi seperti ini langka, dan Pekalongan patut berbangga karena masih menjaganya,†tambah Mas Aaf.
Di akhir sambutan, ia menyinggung pentingnya semangat nasionalisme dalam merayakan kemerdekaan. “Kalau pemilu bisa pasang baliho besar-besaran, mestinya saat 17-an, bendera Merah Putih juga harus lebih meriah. Jangan sampai semangat kebangsaan kalah semarak.â€
Dengan atmosfer kebersamaan dan warisan tradisi yang terus dijaga, lomba merpati dan pasar jajan rakyat menjadi simbol nyata bahwa semangat kemerdekaan masih hidup dan mengakar di tengah warga Pekalongan.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
Kota Pekalongan , 29 Agustus 2025 - Semangat kebersamaan dan tradisi meriah kembali terasa di kawasan Pabean-Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan dalam ajang Lomba Merpati Somahan Season 3 Piala Wali Kota Tahun 2025. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, yang turut dihadiri oleh Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengapresiasi kekompakan warga Pabean yang terus melestarikan tradisi lokal dengan penuh semangat. “Yang luar biasa itu bukan hanya hadiahnya, tapi kekompakan dan keguyuban warganya. Inilah esensi kemerdekaan yang sesungguhnya,†ujar Wali Kota.
Mas Aaf juga mengenang tradisi pemberian hadiah motor yang pernah diinisiasi oleh almarhum Pak Edi—sebuah simbol penyemangat yang kini diteruskan oleh pemerintah dan panitia.
Tak hanya lomba, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh Pasar Jajan Rakyat yang sarat nilai sejarah. Menurut cerita, pasar tersebut berawal dari tradisi warga yang menyediakan makanan untuk para pejuang kemerdekaan. “Tradisi seperti ini langka, dan Pekalongan patut berbangga karena masih menjaganya,†tambah Mas Aaf.
Di akhir sambutan, ia menyinggung pentingnya semangat nasionalisme dalam merayakan kemerdekaan. “Kalau pemilu bisa pasang baliho besar-besaran, mestinya saat 17-an, bendera Merah Putih juga harus lebih meriah. Jangan sampai semangat kebangsaan kalah semarak.â€
Dengan atmosfer kebersamaan dan warisan tradisi yang terus dijaga, lomba merpati dan pasar jajan rakyat menjadi simbol nyata bahwa semangat kemerdekaan masih hidup dan mengakar di tengah warga Pekalongan.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
PRINT +
DOWNLOAD PDF