Ketua TP Posyandu Pekalongan Luncurkan Implementasi Posyandu 6 SPM Tahun 2025

Ketua TP Posyandu Pekalongan Luncurkan Implementasi Posyandu 6 SPM Tahun 2025
Kota Pekalongan – Komitmen Pemerintah Kota Pekalongan dalam meningkatkan layanan kesehatan dasar ditandai dengan peluncuran kegiatan Implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2025. Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Pekalongan, Inggit Soraya, memimpin langsung launching yang dilaksanakan di Posyandu Kencono Ungu, Kelurahan Kandang Panjang, pada Senin (24/11/2025). Acara ini turut dihadiri oleh Kepala DPMPPA, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran Camat se-Kota Pekalongan, serta Tim Pembina Posyandu Kecamatan dan instansi terkait, menandakan dukungan penuh dari seluruh jajaran pemerintahan.
Inggit menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini setelah melalui proses sosialisasi dan edukasi intensif kepada masyarakat dan kader. Menurutnya, peluncuran ini sangat penting untuk memastikan Posyandu dapat memberikan enam layanan dasar secara optimal. Ia menjelaskan bahwa Implementasi Posyandu 6 SPM ini diresmikan di empat Posyandu percontohan, yang masing-masing mewakili kecamatan: Posyandu Kencono Ungu (Kandang Panjang), Posyandu Seruni (Klego, Pekalongan Timur), Posyandu Melati Dua (Kuripan Yosorejo, Pekalongan Selatan), dan Posyandu Cempaka (Bendan Kergon, Pekalongan Barat).
Keempat Posyandu percontohan tersebut diharapkan Inggit dapat menjadi inspirasi dan penyemangat bagi 416 Posyandu lainnya di Kota Pekalongan agar segera menerapkan pelayanan 6 SPM. Ia menekankan bahwa tujuan utama pelayanan ini adalah untuk menanggulangi masalah kesehatan utama, terutama stunting. "Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi atau penyemangat buat Posyandu yang lain karena di Kota Pekalongan ada sekitar 416 Posyandu, mudah-mudahan semuanya nanti bisa melakukan pelayanan penanggulangan 6 SPM," harapnya.
Lebih lanjut, Inggit mendorong seluruh Posyandu yang telah mengimplementasikan layanan ini untuk segera melakukan registrasi resmi. Langkah ini sangat krusial agar Pemerintah Kota Pekalongan dapat memperoleh alokasi Bimtek dan anggaran dari Pemerintah Pusat. "Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan lancar dan segera bisa semuanya memberikan pelayanan 6 SPM," pungkasnya.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
Kota Pekalongan – Komitmen Pemerintah Kota Pekalongan dalam meningkatkan layanan kesehatan dasar ditandai dengan peluncuran kegiatan Implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2025. Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Pekalongan, Inggit Soraya, memimpin langsung launching yang dilaksanakan di Posyandu Kencono Ungu, Kelurahan Kandang Panjang, pada Senin (24/11/2025). Acara ini turut dihadiri oleh Kepala DPMPPA, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran Camat se-Kota Pekalongan, serta Tim Pembina Posyandu Kecamatan dan instansi terkait, menandakan dukungan penuh dari seluruh jajaran pemerintahan.
Inggit menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini setelah melalui proses sosialisasi dan edukasi intensif kepada masyarakat dan kader. Menurutnya, peluncuran ini sangat penting untuk memastikan Posyandu dapat memberikan enam layanan dasar secara optimal. Ia menjelaskan bahwa Implementasi Posyandu 6 SPM ini diresmikan di empat Posyandu percontohan, yang masing-masing mewakili kecamatan: Posyandu Kencono Ungu (Kandang Panjang), Posyandu Seruni (Klego, Pekalongan Timur), Posyandu Melati Dua (Kuripan Yosorejo, Pekalongan Selatan), dan Posyandu Cempaka (Bendan Kergon, Pekalongan Barat).
Keempat Posyandu percontohan tersebut diharapkan Inggit dapat menjadi inspirasi dan penyemangat bagi 416 Posyandu lainnya di Kota Pekalongan agar segera menerapkan pelayanan 6 SPM. Ia menekankan bahwa tujuan utama pelayanan ini adalah untuk menanggulangi masalah kesehatan utama, terutama stunting. "Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi atau penyemangat buat Posyandu yang lain karena di Kota Pekalongan ada sekitar 416 Posyandu, mudah-mudahan semuanya nanti bisa melakukan pelayanan penanggulangan 6 SPM," harapnya.
Lebih lanjut, Inggit mendorong seluruh Posyandu yang telah mengimplementasikan layanan ini untuk segera melakukan registrasi resmi. Langkah ini sangat krusial agar Pemerintah Kota Pekalongan dapat memperoleh alokasi Bimtek dan anggaran dari Pemerintah Pusat. "Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan lancar dan segera bisa semuanya memberikan pelayanan 6 SPM," pungkasnya.
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
PRINT +
DOWNLOAD PDF