Bunda PAUD tegaskan perlunya perlindungan Anak-anak

Bunda PAUD tegaskan perlunya perlindungan Anak-anak
Pekalongan, Bunda PAUD Kota Pekalongan Hj Inggit Soraya S.Sn menegaskan semakin perlunya perlindungan anak-anak di era sekarang ini. Seperti perlindungan dari berbagai penyakit pengaruh budaya buruk dan pengaruh gadget. Hal itu ditegaskannya saat hadir dan membuka kegiatan Seminar Parenting dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional , Rabu (27/7)di Aula B Dinas Pendidikna Kota Pekalongan. Acara yang diikuti 60 orang peserta ini diselenggarakan atas kerjasama dengan layanan Konseling Pendidikan. Adapun tema seminar ini adalah Anak-anak Terlindungi Indonesia Maju
"Apabila kita lihat banyak sekali fenomena yang mengancam anak –anak sekarang ini, semisal kesehatan yaitu pada penyakit Stunting, Hepatitis dan Covid 19 , ada juga yang dapat menyebabkan pengaruh dibidang pendidikan, lingkungan sosial seperti kebiasaan menggunakan gadget dalam ruang lingkup negative dan lain-lainya,”katanya.
Lebih jauh Ketua TP PPK ini juga menilai pentingnya peran orang tua sangat penting dalam mengkontrol dan membatasi penggunaan gadget guna melindungi anak-anak.
Selain itu, Inggit Soraya berharap agar seminar parenting dapat dijadikan pembelajaran dan penerapan kepada anak-anak dan buah hati. "Harapannya seminar parenting ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi orang tua maupun calon orang tua sehingga dapat mendidik buah hati sedini mungkin. Serta dapat memperolah ilmu wawasan baru dan yang paling penting dapat mengaplikasikannya," Tegas Inggit Soraya
Sementara itu Bunda PAUD Kecamatan Pekalongan Timur, Sherly Imanda Hidayah mengatakan ada 50 anak terdeteksi mengalami hambatan tumbuh kembang usia dini.pihaknya sudah melakukan asesmen kepada 21 peserta dan sudah ditemukan hasil bahwa telah terdeteksi keterlambatan tumbuh kenbang. Sehingga, diperlukan peran orang tua dan beberapa pencegahan serta penanggulangan kepada anak terkait tingginya angka Stunting ini.
"50 anak dideteksi keterlambatan tumbuh kembang. Karena stuntingnya terdeteksi tinggi maka dibutuhkan peran orang tua supaya dapat mengetahui atas keterlambatan tumbuh kembang anak. Kami juga malaksanakan asesmen kepada 21 peserta dan terduga telah mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Dari hasil itu, kami arahkan agar dampak-dampak tidak semakin membesar. Tindak lanjut yang kami rekomendasikan yaitu beberapa terapi rutin agar kami dapat memetakan kembali akankah keterlambatan anam tersebut dapat kami kejar terapi rutin dan terkait stimulasi pengasuhan anak oleh orangtua," Kata Sherly Imanda Hidayah
Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan
PRINT +
DOWNLOAD PDF