Bugisan Bertransformasi: Dari Kawasan Banjir Menjadi Kampung Reforma Agraria “Kota Menawan”

Bugisan Bertransformasi: Dari Kawasan Banjir Menjadi Kampung Reforma Agraria “Kota Menawan”

Kota Pekalongan – Kampung Bugisan kini tampil dengan wajah baru. Wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi langganan banjir dan kumuh ini berubah menjadi kawasan tertata dan percontohan penataan kampung. Perubahan ini ditandai dengan peresmian Tugu Kampung Reforma Agraria oleh Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, bersama Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekalongan, Joko Wiyono. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penanaman bibit tanaman dan penebaran benih ikan sebagai simbol awal kehidupan baru yang lebih produktif bagi warga.

Aaf menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penataan kawasan Bugisan. Ia menegaskan bahwa transformasi ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, Pemkot Pekalongan, mitra organisasi, serta dukungan penuh BPN melalui program konsolidasi tanah. Aaf turut mengapresiasi warga Bugisan yang rela memberikan sebagian tanahnya untuk pembangunan jalan dan saluran.

“Antara 8–10 tahun Bugisan selalu banjir. Setelah penataan, pembangunan tanggul, dan rumah pompa, alhamdulillah sekarang bebas banjir. Yang luar biasa adalah sinergi dengan BPN, termasuk penerbitan sertifikat terkait pengurangan luas tanah warga,” ujarnya.

Tugu Kampung Reforma Agraria yang diresmikan juga diberi julukan “Kota Menawan” sebagai identitas baru Bugisan. Wali Kota berharap tugu tersebut menjadi ikon kebanggaan warga dan daya tarik bagi kunjungan studi banding dari berbagai daerah.

Joko Wiyono menjelaskan bahwa peresmian tugu ini menandai fase lanjutan pasca konsolidasi tanah. Setelah penataan fisik, kini diarahkan pada penguatan akses reforma agraria untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menutup kunjungan, Aaf mengingatkan warga agar merawat fasilitas yang telah dibangun. Ia juga menyampaikan rencana penataan berikutnya di kawasan Clumprit dan Pasirsari serta langkah penyelesaian persoalan tanah di Boyongsari yang masih berstatus tanah provinsi.

"Saya pesan juga kepada seluruh masyarakat, ini sudah ditangani, ayo kita sama-sama jaga dan kita rawat supaya Kampung Bugisan ini tidak banjir seperti dulu lagi," pungkasnya.

Tim Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Pekalongan